Translate

Senin, 15 November 2010

Peringatan HKN Ke- 46 Penghargaan Menkes bagi Individu dan institusi yang berjasa di Bidang Kesehatan

Sebagai wujud apresiasi dan ucapan terima kasih atas pengabdian dan dedikasi, Menteri Kesehatan dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH, memberikan penghargaan kepada Individu maupun Institusi yang secara nyata telah berhasil memberikan komitmen, jasa dan dukungan terhadap berbagai upaya di bidang kesehatan. Penghargaan disampaikan dalam rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-46 di gedung Departemen Kesehatan tanggal 12 November 2010.

Penghargaan ini diberikan secara berkala setiap tahun pada peringatan HKN. Peringatan HKN tahun ini mengangkat tema “Keluarga Sehat, Investasi Bangsa”. Tema ini dipilih dalam rangka menggalang komitmen para pengambil keputusan baik dari sektor kesehatan maupun diluar sektor kesehatan untuk saling mendukung dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya peningkatan mutu dan kapasitas keluarga Indonesia.

Menkes dalam sambutannya, mengatakan sesuai komitmen Millenium Development Goal (MDGs) yang terkait langsung dengan masalah kesehatan adalah perbaikan gizi, penurunan angka kematian anak, peningkatan kesehatan ibu, penanggulangan HIV/AIDS, penanggulangan TB dan Malaria serta penyakit menular lainya. Sedangkan sasaran pembangunan kesehatan selama tahun 2010-2014, meliputi 8 (delapan) prioritas yaitu:
1. Meningkatkan status kesehatan dan gizi masyarakat.
2. Menurunkan angka kesakitan akibat penyakit menular.
3. Menurunnya disparitas status kesehatan dan gizi masyarakat dan status gizi antar wilayah dan antar tingkat sosial ekonomi serta gender.
4. Meningkatnya penyediaan anggaran publik untuk kesehatan.
5. Meningkatnya perilaku hidup bersih dan sehat.
6. Terpenuhinya tenaga kesehatan strategis di daerah tertinggal, terpencil dan kepulauan (DTPK).
7. Pengendalian penyakit tidak menular di seluruh provinsi.
8. Pelaksanaan standar pelayanan minimal (SPM) di seluruh kabupaten dan kota.

Menurut Menkes, Pembangunan Kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional yang dilaksanakan secara berkesinambungan dan terus menerus. Oleh karena itu, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh hasil kerja keras sektor kesehatan saja tetapi juga diperlukan kontribusi dari sektor lain diluar kesehatan.

Menkes menambahkan dukungan dan peran serta masyarakat juga sangat berpengaruh besar pada keberhasilan pembangunan kesehatan. Dengan semakin kondusifnya proses pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan, akan dapat memudahkan peranan petugas kesehatan dalam upaya pencapaian sasaran pembangunan kesehatan yang telah ditetapkan, salah satunya adalah mengembangkan desa siaga aktif sebagai wahana pemberdayaan masyarakat.

Penghargaan yang diberikan berupa, Ksatria Bakti Husada, diberikan kepada individu yang dengan sukarela telah menyumbangkan tenaga, pikiran dan pengetahuannya didalam mengembangkan program kesehatan. Darma baktinya telah dapat dirasakan dan sangat bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan Negara. Penerima penghargaan Ksatria Bakti Husada tahun 2010 berjumlah 19 orang, diantaranya yaitu Drs. H. Thaib Armaiyn (Gubernur Prov. Maluku Utara), Lukman Hakim, SH (Walikota Metro), drh. Irwandi Yusuf, M.Sc (Gubernur Prov. Aceh), Ahmad Heryawan (Gubernur Prov. Jawa Barat), Ir. H. Amran Nur (Walikota Sawahlunto), dr. H. Suir Syam, M.Kes, MMR (Walikota Padang Panjang), Drs. H. Riduan Effendi, SH, M.Si (Walikota Lubuk Linggau), H. Wahidin Halim (Walikota Tangerang), Dr. Drs. Martin Billal, MM (Bupati Kab. Malinau), H. Udin Hianggio, B. Sc (Walikota Tarakan), H. Rusdy Mastura (Walikota Palu), Cokorda Gde Putra Nindia, SH, MH (Sekretaris Daerah Kab. Gianyar), Dra. Dewi Kumalasari Ansar, M.Pd (Ketua TP-PKK Kab. Bintan), Dra. Hj. Ita Triwibawati, Ak., M.Si (Ketua TP-PKK Kab. Nganjuk), Gusti Kanjeng Ratu Pembayun (Ketua DPW Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia D.I. Yogyakarta), Drs. Johanes Sembiring, M.Pd (Ketua Yayasan Medistra, Lubuk Pakam), Drs. H. Budiman Arifin, M.Si (Bupati Kab. Bulungan), H. M. Kamaludiin Lubis, SH, DFM (Ketua Yayasan Sibolangit Centre, Deli Serdang), dan George Rumi (Direktur Eksekutif YPPKA)

Tanda Penghargaan Manggala Karya Bakti Husada diberikan kepada 20 institusi baik Pemerintah maupun swasta, diantaranya yaitu Pemerintah Kab. Sleman, Pemerintah Kab. Lumajang, Pemerintah Kota Yogyakarta, Pemerintah Prov. Sulawesi Utara, Pemerintah Kab. Malinau, Pemerintah Kota Probolinggo, Pemerintah Kota Denpasar, Pemerintah Kab. Deli Serdang, Pemerintah Kab. Serdang Bedagai, Pemerintah Kab. Dairi, Pemerintah Kota Palangkaraya, TP-PKK Kota Malang, TP-PKK Kota Padang Panjang, Lembaga Swadaya Masyarakat HIPPAMS Kab. Lamongan, PT. Biofarma, Tbk, PT. Dexa Medica, PT. Sidomuncul, PT. Unilever Indonesia, Tbk, PT. KMK Global Sport, dan PT. Panasonic Shikoku.

Sebagai upaya meningkatkan kualitas dan jangkauan informasi kesehatan, Menkes memberikan penghargaan untuk kompetisi jurnalistik kepada Ahmad Taufik, M. Syaifullah, Anwar Siswadi wartawan dari Majalah Tempo dengan judul tulisan “Menangkal Rayuan Susu Formula” sebagai juara I; wartawan Majalah Tempo Adek Media, Nur Rochmi dengan judul tulisan “Jangan Takut Jorok” sebagai juara II; dan Dina Sasti Damayanti, wartawan Surat kabar Sinar Harapan, dengan judul tulisan “Kampung Gali itu Menjelma Jadi Kampung Mandiri” sebagai juara III.

Penghargaan juga diberikan kepada pemenang lomba poster Obat Generik, diterima oleh Ridwan Sakke (Sulawesi Selatan) sebagai juara I, Agustan (Sulsel) sebagai juara II, Faisal UA sebagai juara III, Muhammad Yusran H (Sulsel) sebagai juara harapan I, Rusli (Sulsel) sebagai juara harapan II, dan Wirmansyah S (Sulsel) sebagai juara harapan III.

Menciptakan Sumberdaya Kesehatan yang bermutu tinggi dan profesional membutuhkan motivasi, dedikasi dan loyalitas Widyaiswara. Untuk itulah Menkes memberikan penghargaan kepada Widyaiswara berprestasi nasional, yaitu Alih Germas Kodyat, SKM, sebagai juara I; dr. H. Anang Rivai, MSQH sebagai juara II; Noor Kinteki, SKM, MPH sebagai juara III.

Untuk Dosen Politeknik Kesehatan Berprestasi Kementerian Kesehatan tahun 2010 diberkan kepada M. Primiaji Rialihanto, S.ST, M.Kes sebagai juara I, Sumiati, S.Kp., M.Si sebagai juara II; dan Pipin Farida Yosefina, S.Kp., M.Kes sebagai juara III.

Menkes juga memberikan penghargaan kepada Perpustakaan terbaik di sektor Kesehatan. Untuk kategori Perpus Politeknik Kesehatan (Poltekkes) dimenangkan oleh Perpustakaan Politeknik Kesehatan Kemenkes, Palangkaraya. Untuk kategori Perpustakaan RS Vertikal Kemenkes dimenangkan oleh Perpustakaan RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Sedangkan kategori perpustakaan Badan Litbang/Diklat/BTKL/UPT Teknis dimenangkan oleh Perpustakaan Balai Besar Pelatihan Kesehatan, Jakarta.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Pusat Tanggap dan Respon Cepat (PTRC): 021-500567, 30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id, info@depkes.go.id, kontak@depkes.go.id.

Sumber :
www.depkes.go.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan komentar :