Translate

Rabu, 14 September 2011

Pengembangan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM)

Unsur Generasi Muda dapat dilibatkan dalam meningkatkan keberhasilan program

Upaya pengembangan UKBM sepatutnya senantiasi digaungkan, betapa tidak karena dengan konstribusi dari peran serta masyarakatlah persoalan-persoalan kesehatan masyarakat yang ada disuatu wilayah dapat ditekan...manalah mungkin kita bisa menyelesaikan persoalan daerah endemis DBD kalau masyarakat sendiri tidak terlibat secara aktif memeranginya dengan serangkaian kegiatan...apalah artinya dana yang ratusan juta rupiah bahkan milyaran rupiah untuk pengasapan (fogging)sementara masyarakat hanya duduk sebagai penonton...tanpa melakukan upaya apapun juga.Bisa digambarkan tahun-tahun berikutnya tetap saja keadaannya. Komando Pemerantasan Malaria (KOPEM) sudah ada sejak Zamannya Presiden Soekarno...sampai hari ini pun Malaria masih menjadi persoalan...malah sekarang ada HARI MALARIA (moga..itu bukan ulang tahunnya nyamuk malaria...he..he).

Ilustrasi ini menggambarkan bagaimana posisi masyarakat itu sendiri menjadi bahagian penting dalam mengatasi persoal kesehatan masyarakat. Sayangnya memang ada asumsi bahwa kegiatan upaya peningkatan partisipasi masyarakat atau pemberdayaaan masyarakat adalah suatu kegiatan yang tidak perlu dibiayai...mengapa harus membiayai Gerakan 3M yang dilakukan oleh masyarakat. Anggapan bahwa 3M tidak perlu di masukan dalam anggaran kegiatan inilah yang membuatan kegiatan 3M jarang ditemui dalam kegiatan yang ada di Puskesmas maupun Dinas Kesehatan...sehingga untuk melatih kader-kader jumantik pun tidak memiliki dana...apalagi dana operasional bagi kader jumantik melakukan kegiatannya. Surveilance berbasis masyarakat..bukan berarti kita serahkan bulan-bulat persoalan survailance kepada masyarakat...perlu dukungan instansi terkait beserta sumberdayanya agar survailance berbasis masyarakat dapat berjalan dengan baik...

Upaya pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk memandirikan masyarakat...bukan untuk meninak bobokan masyarakat, apa yang mandiri jika tahun 2008 jumlah KK pemegang kartu Gakin/Jamkesmas 2000 KK dan tahun 2011 tidak ada KK yang mengembalikan kartu jamkesmas...karena mereka merasa telah mampu...apakah bisa kita asumsikan bahwa KK miskin jumlahnya tidak berkurang...ini tentunya menyangkut upaya pemberdayaan masyarakat yang telah kita lakukan sejauhmana masyarakat menjadi lebih sejahtera.

Revitalisasi Posyandu...sudah kita dengar semenjak 10 tahun yang lalu...sampai hari inipun kita masih menyebut-nyebut revitalisasi posyandu...lantas kapan batas revitalisasi ini menjadi Posyandu yang benar-benar kita harapkan...artinya perlu upaya yang konkrit agar Posyandu yang kita harapkan dapat terwujud pada rentang waktu yang telah kita tentukan.

Sedikit opini ini saya kemukakan...agar ada kepedulian kita membina UKBM yang didalamnya ada berbagai macam kegiatan masyarakat dibidang kesehatan baik itu Poskesdes, Posyandu, KP-KIA, Poskestren, Kader Jumantik, Saka Bakti Husada, 3 M...dan yang terpenting juga adalah adanya dana stimulan pemerintah/swasta/masyarakat yang memadai untuk menjalankan kegiatan-kegiatan ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan komentar :